Home » » Menerima Kekurangan dan Kelebihan Diri

Menerima Kekurangan dan Kelebihan Diri

Jika kecerdasan emosional ialah bagaimana seseorang bisa mengelola dirinya sehingga mampu bersikap positif. Bersedia menerima keutuhan diri sendiri. Sanggup mengoptimalkan kemampuan dirinya untuk hal-hal positif dan produktif, serta bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya

Kekurangan jika kita dapat memanfaatkannya akan berubah menjadi kelebihan. Dan kelebihan, jika kita tidak dapat memanfaatkannya akan berubah menjadi kekurangan

Kita harus tau perbedaan :
Ada sehat ada sakit, Ada cantik ada jelek, Ada kaya ada miskin, Ada pandai ada bodoh, Ada umur panjang ada umur pendek, Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Setiap orang memiliki perbedaan, tidak luput pula dari persamaan, ada kalanya bisa sama tapi dalam hal tertentu. Orang bilang manusia tidak ada yang sama dan tidak ada yang sempurna. semua orang selalu memiliki kekurangan namun bagaimana cara kita menyikapi kekurangan itu.? banyak hal yang harus kita lakukan diantaranya :
1.  kita harus tau hal apa kelemahan kita, kita harus bisa menonjolkan kelebihan kita agar kekurangaan kita terlupakan oleh orang lain bahkan tak terlihat, Kita harus selalu mau belajar dan belajar dari kekurangan kita dari orang lain, Pandai-pandai menyembunyikan kelemahan kita dan masih banyak lagi cara.

Dalam kehidupan ini selalu ada perbedaan antara kita dan orang lain tidaklah sama, dalam perbedaan itu sering kita tak menyadari akan keirian kita atau ketidak sukaan kita atau menimbulkan rasa kecemburuan kita terhadap kehidupan mereka / orang lain. Mengapa orang yang hidupnya leha-leha tapi selalu dapat hal yang lebih baik dari pada kita yang padahal kita selalu bersikap rajin dan lebih baik dari orang lain namun hasil kita sangat kurang memuaskan.

terkadang kita bertanya-tanya apa salah kita ?

Kehidupan ini memang selalu berisikan perbedaan, saling bertolak belakang. Perbedaan dalam dunia ini malah sering diibaratkan sebagai saudara kembar. Artinya, kita tidak mungkin hanya menerima satu sisi dan menolak sisi yang lainnya. Kita hanya mau menerima sisi kebahagiaan saja dan menolak sisi yang berisikan penderitaan, tidak bias, dan tidak mungkin. Kita pasti menerima keduanya.


Menerima kedua kenyataan hidup ini sering membuat pikiran kita menjadi tidak seimbang. Kadang pikiran merasa senang,tetapi tidak jarang pikiran menjadi sedih. Sungguh sulit untuk bertahan pada pikiran yang penuh kebahagiaan.

Bila diamati, kondisi bahwa segala sesuatu selalu berubah ini adalah merupakan hakekat kehidupan. Perubahan itu sendiri adalah netral, tidak menyedihkan maupun menggembirakan. Munculnya perasaan suka maupun duka dalam menghadapi perubahan itu adalah hasil pikiran kita sendiri. Oleh karena itu, tidak mungkin kita mampu mengubah dunia. Tidak mungkin kita mengubah kenyataan.
Hal yang mampu kita lakukan adalah mengubah cara berpikir kita sendiri. Siap menerima kenyataan sebagai kenyataan, bukan seperti yang kita harapkan menjadi kenyataan. Cara berpikir yang salahlah yang membuat kita menderita. Cara berpikir yang salah ini karena kita terlalu mengharapkan kenyataan dapat berubah sesuai dengan keinginan kita. Makin besar keinginan mengubah kenyataan, makin besar pula penderitaan dan kekecewaan yang akan dirasakan. Kita ingin selalu berkumpul dengan segala sesuatu yang dicinta. Sebaliknya, kita selalu berusaha menolak untuk bertemu dengan apapun yang kita benci. Kenyataannya, kita pasti akan berpisah dengan segala yang dicinta dan bertemu dengan hal-hal yang dibenci. Karena itu, kita hendaknya mengubah cara berpikir agar mampu menerima kehidupan ini sebagaimana adanya.

Mari kita rubah cara pandang kita dalam kehidupan ini, karena sesungguhnya orang hanya saling memperhatikan antara satu dengan yang lainnya. Apabila ia melihat orang lain memiliki sesuatu yang ia sendiri belum memiliki maka ia katakan orang itu berbahagia. Kenyataannya, kebahagiaan relatif sifatnya. Kebahagiaan adalah urusan pribadi, tidak dapat diukur oleh orang lain.

Jangan mengira yang kita anggap baik untuk hidup kita adalah selalu yang terbaik, marilah kita menerima semua yang ada pada diri kita, baik kekurangan atau kelebihan kita

Ditulis Oleh : Ahmad ~Ahmad Aby

seocips.com Anda sedang membaca artikel berjudul Menerima Kekurangan dan Kelebihan Diri yang ditulis oleh Ahmad Aby yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: Januari 22, 2020

0 comments:

Posting Komentar